Skip to content

Yakinlah!~Jangan Ada Lagi Kata Ragu

July 2, 2011

Kita semua telah mengetahui bahwa Allah Maha Adil. Maka itu tidak cukup hanya kita pahami, tapi haruslah kita yakini.Tapi, kenyataannya.,.kita masih membawa kata “Ragu” ketika mengulurkan bantuan? Mungkin ada terlintas dalam benak kita “Aku telah bersusah payah mendapatkan uang ini, tidak adil jika dia hanya menerimanya tanpa usaha.” Atau ada yang bilang, “Aku percaya, tapi aku butuh logika untuk yakin” Hei.,.gini aja deh.,.logikanya y…mereka yang hanya mengemis saja dapat bertahan hidup karena memang Allah lah Sang Maha Pengatur rezeki.,.dan merupakan janji Allah bahwa setiap nyawa yang terlahir di dunia ini sudah lengkap dengan rezek dan jodohnya bahkan catatan tentang maut. Tentunya kita yang telah bersusah payah mencari rezeki akan lebih di banding mereka. Maka, sekali lagi ini tak cukup sekedar dipahami.,.YAKINLAH!Yupz.,.kita semua harus yakin.

Advertisements

Bagaimana kita.,.

June 18, 2011

Kita sering merasa kesal ketika teman kita menghina kita. Tapi sadarkah kita??? Bahwa kita juga sering menghina orang lain !!!Pastilah kita senang berteman dengan orang yang sabar dan lembut perangainya. Namun, mengapa kita egois dan kasar jika ingin mempunyai banyak teman? Tentu semua dari kita benci akan “Kebohongan”. Tapi mengapa kita tidak mempertahankan kejujuran di setiap langkah dan perbuatan kita? Tidak dapat disangkali bahwa kita semua menyukai sifat pemaaf. Namun, nyatanya,…Mengapa masih ada dendam di hati? Bukankah kita selalu merasa tidak puas jika orang yang telah membuat luka di hati belum merasakan apa yangkita rasakan.
(*bersambung.,.

Jangan Dendam-Biarkan menjadi Urusannya dengan Allah

June 10, 2011

Bagaimanapun rasa sakit hati kita terhadap perlakuan orang lain, kita tak berhak sedikitpun balas dendam. TAK SEDIKTPUN ! ! ! Memang hati yang kita miliki ini sangatlah peka, bahkan lebih mudah tergores luka di banding raga ini. Biarlah.,. biarlah hal itu menjadi urusannya dengan Yang Maha Adil. Dia, Sang Maha Adil, adalah sebaik-baik hakim. Ia pun Sang Maha Tahu atas segalanya, tak satupun luput dari pengawasannya, maka jangan pernah takut ataupun merasa bahwa Allah tidak adil saat memutuskan perkara mu.

-Jujur- Mampu membawa kita ke dalam kedamaian

June 9, 2011

Jujur adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Jujur adalah kunci yang tidak boleh ketinggalan saat kita bepergian, mengapa saya mengatakan bahwa “Jujur” adalah kunci? Karena apabila kita jujur, tentu perbuatan kita akan terjaga.

Sabar adalah kemenangan abadi

June 8, 2011

Memang terkadang menanam sabar itu pahit, namun percayalah buah dari kesabaran itu manis bahkan lebih manis dari madu. Bukankah kita telah mengetahui betapa nikmatnya saat berbuka puasa, air putih teras begitu segar dan nikmat, kelezatannya lebih dari air putih biasa(walaupun sama saja pada kenyataannya). Sabar adalah kemenangan abadi.

Lakukan Dengan Hati, Semua Akan Menjadi Hal yang Menyenangkan

June 1, 2011

Apabila kita melakukan semuanya dengan perhitungan, baik itu kalkulasi uang ataupun materi lainnya, hal itu hanya akan membuat semua yang kita perbuat menjadi hal yang sia-sia. Bahkan sebenarnya kita tidak berhak sama sekali mengharap ucapan terimakasih dari orang yang telah kita tolong atau kita bantu, karena .,. Sungguh manusia itu lemah, tiada daya dan upaya tanpa -NYA. Semua perbuatan baik yang kita lakukan tidak lain tidak bukan, adalah atas kehendak-NYA, kita hanyalah perantara yang terpilih oleh Allah SWT untuk .,.mungkin bersedekah, menyingkirkan duri di jalan, membantu adik megerjakan PR, semua hal yang telah kita anggap baik pada dasarnya bisa menjadi ibadah yang bernilai amal akhirat(selama tidak bertentangan dengan ajaran agama) jika kita melakukannya dengan ikhlas niat hanaya karena Allah Ta’ala.

Ingin berbagi ceritas dari buku yang V3 baca Judul bukunya ” Rumah Tuhan Selalu Terbuka” , penulisnya Arman Arroisi, cerita ini ada dihalaman 55-56
BENAMKAN JASA KE DALAM TIADA

Pasalnya ketika pada suatu hari Al Ghazali tertidur lelap sesudah menulis semalaman, tiba-tiba ia telah berada di dalam sebuah ruangan kaca yang gemerlapan itu adalah salah satu bagian dari surga yang dijanjikan bagi para orang salih.

Ketika itu Al Ghazali ditanya, “Amal manakah menurutmu yang membawamu masuk ke surga Allah ini?”

Al Ghazali menyebutkan satu demi satu semua perbuatan baik yang dianggapnya sangat berharga. Seluruhnya dibantah oleh suara tadi. Tatkala sang imam sudah kehabisan perbendaharaan amal salih, suara itu kemudian menerangkan, “Pada suatu malam engkau sedang menulis kitab Ihya Ulumuddin. Tiba-tibaseekor lalat terjatubh ke dalam botol tintamu. Engkau berhenti menulis. Kau perlukan untuk mengangkat lalat itu dengan iba, lalu kau bersihkan tinta yang menempel di sayap lalat tersebut sehingga ia bisa terbang kembali dengan selamat. Itulah perbuatan kebajikanmu yang paling tinggi nilainya.”

Jadi pada bagian manakah tindakan remeh itu memperoleh penghormatan sebagai simpanan pahala yang sangat besar? Tidak lain karena kebaikan itu tidak pernah dingat-ingatnya lagi. Seakan-akan yang telah dilakukannya hanya perbuatan kecil yang tidak diharapkan balasannya, tidak dihitung-hitung upahnya. Ia menenggelamkan jasanya yang begitu berarti bagi sang lalat, sampai ia sendiri nyaris tidak mengenali perbuatan itu. Lenyap dalam ketiadaan karena menyatu dalam rasa kemanusiaan yang tuntas.
Dalam hikmah yang dibentangkan oleh Ibnu Athoillah As Sukandari lewat kitabnya Al Hikam, kita dapait sebuah tulisannya :”Idfin wujuudaka fiiardhil khumuuli fa maa nabata lam yudfan laa’yatimmu nitaajuhu.”
Yang artinya :”Benamkanlah keberadaanmu di bumi tanpa rupa. Sebab tumbuh-tumbuhan yang berasal dari benih tidak terbenam takkan sempurna buahnya.”

Pahamilah, kita akan temukan bahagia

May 21, 2011

Setiap orang memiliki karakter berbeda. Pahamilah itu maka kita akan temukan bahagia. Namun, dalam perjalanannya pastilah kita temui banyak duri. Pangkat apa yang kita miliki ? Sehingga kita merasa bahwa kita pantas menjadi seorang yang egois? Seberapa banyak harta yang kita miliki? Mampukah kita banggakan, hingga membuat kita sombong ! Amal kebajikan apa yang telah kita perbuat ??? Yang membuat kita merasa telah berjasa. Kekuatan apa yang kita miliki ??? Sehingga kita merasa mampu melakukan semua tanpa bantuan orang lain. Padahal.,. sungguh… “Tiada daya dan upaya selain dari-NYA”